oleh

TNI AD Luruskan Salah Tafsir Istilah Tes Keperawanan

JAKARTA-ANTERO-Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat Mayjen TNI Budiman menyebut ada salah penafsiran terkait istilah pemeriksaan dua jari dalam tes keperawanan terhadap calon Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

“Ada beberapa yang perlu dijelaskan terkait pemeriksaan sebelumnya yang dikatakan ada istilahnya pemeriksaan dua jari dan sebagainya, itu sebenarnya adalah salah penafsiran.

Pemeriksaan dua jari itu sebetulnya tiga jari,” kata Budiman dalam diskusi virtual, Rabu (1/9).

“Zaman dulu untuk memeriksa itu adalah misalkan masih diperlukan pemeriksaan organ genetalia itu satu jari masuk ke dalam lubang anus, kemudian jari yang lain hanya melebarkan saja si vulva untuk melihat bagian yang dalam,” imbuhnya.

Budiman menegaskan pihaknya tak pernah melakukan pemeriksaan dua jari terhadap para calon Kowad.

“Kesalahan penafsiran sehingga menulis di situ pemeriksaan dua jari untuk pemeriksaan hymen calon wanita TNI masa lalu, itu keliru. Karena pemeriksaan dua jari itu, memasukkan dua jari dengan menerobos hymen itu tidak pernah dilakukan. Kriminal kalau ada,” ucap Budiman.

Namun, kata Budiman, pemeriksaan itu hanya masa lalu. Kini, pihaknya tak lagi melakukan tes keperawanan terhadap para calon prajurit wanita.

“Tapi sekarang itu adalah masa lalu, itu hanya dilakukan pada pemeriksaan biasa dokter-dokter ginekologi untuk memeriksa seorang wanita, jadi kami untuk pemeriksaan terhadap calon (prajurit) tidak ada pemeriksaan hymen lagi,” tutur Budiman.

 TNI AD secara resmi menghapus tes keperawanan bagi calon Kowad. TNI AD juga telah membuat aturan baru atau petunjuk teknis (juknis) terkait pemeriksaan kesehatan atau uji badan.

“Sudah dituangkan ke dalam penyempurnaan juknis pemeriksaan kesehatan uji badan TNI AD nomor B/1372/VI/2021 tanggal 14 Juni 2021, nah ini referensi yang terbaru,” ucap Budiman.

BACA JUGA :  Anggaran Rp 21,7 M Kemenag Hanya Untuk Umumkan Pembatalan Haji

Bahkan, menurut Budiman, kata hymen atau selaput dara juga dihilangkan dari formulir pemeriksaan uji badan.

Selain calon Kowad, pemeriksaan hymen juga tak lagi berlaku untuk para calon istri prajurit TNI AD.

“Untuk tidak ada lagi pemeriksaan hymen atau keperawanan pada calon istri prajurit. Untuk calon tentara saja tidak diperlukan, apalagi untuk calon istri,”tegasnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed