oleh

Petani Buta Huruf Jadi Korban Penipuan Pinjaman KUR Bank BNI

BANYUWANGI-ANTERO-Tersebar video seorang petani miskin di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa-Timur tengah mencari keadilan hukum bagi dirinya.

Dalam rekaman, ia mengklaim sebagai korban kasus dugaan penipuan yang memanfaatkan program Bank BNI Kredit Usaha Rakyat(KUR).

Pinjaman yang seharusnya Rp25 juta, oleh ketua kelompok tani (Poktan) hanya diterimanya Rp 5 juta.

Dari penelusuran pria paruh baya dalam video bernama Atmadi Petani yang miskin buta huruf dari dusun Karangrejo Selatan, Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Melalui pengacara, Moch Zaeni, SH, MH, dijelaskan bahwa kasus Befell Atmadi mulai menawarkan pinjaman bank BNI dari Sunar, ketua desa ‘Permata’ Desa Wongsorejo. Diserahkan, nominal pinjaman adalah Rp5 juta.

Karena membutuhkan biaya penanaman, Atmadi melakukan pinjaman. Meskipun oleh Sunar, pinjaman program pemerintah untuk mendorong kesejahteraan para petani tidak terwujud dalam bentuk uang.

Tetapi sebagian harus dalam bentuk benih tanaman dan obat-obatan pertanian.

Bibit tanaman dan obat-obatan pertanian dikatakan sebagai barang dagangan kios pertanian Ilyas, petugas PPL pertanian dalam layanan pertanian Banyuwangi.

Selain diharuskan untuk diambil dalam bentuk benih tanaman dan obat-obatan pertanian, pinjaman Bank BNI KUR, yang dimiliki oleh Atmadi juga masih terbebani dengan diskon Rp 500 ribu oleh Sunar.

“Dari nominal berjudul Rp5 juta, setelah memotong benih tanaman, obat-obatan pertanian, dan potongan Rp500 ribu, Pak Atmadi hanya menerima Rp 1,2 juta,” kata Zaeni (13/9/2021).

Sekitar Juni 2021, ia melanjutkan, karena ada kebutuhan ekonomi Atmadi yang berniat membayar pinjaman Bank BNI KUR.

Sambil membawa Rp. Pinjaman 5 juta, ia datang ke kantor Bank BNI Banyuwangi. Tujuannya adalah untuk melunasi pinjaman sambil mengajukan pinjaman baru dengan nilai yang lebih tinggi.

“Atmadi berpikir pinjaman itu hanya Rp 5 juta. Tetapi setelah datang ke Bank BNI Banyuwangi, ternyata pinjaman KUR-nya adalah Rp. 25 juta,” katanya.

BACA JUGA :  Giri Ramanda Kiemas diperiksa Kejati Sumsel Terkait Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Zaeni menjelaskan bahwa Atmadi adalah petani yang buta huruf juga tidak bisa membaca menulis. Dalam proses penyerahan pinjaman KUR, dilakukan oleh Sunar, ketua ‘Permata’ Poktan, Desa Wongsorejo.


Dan tidak dilakukan antara Atmadi sebagai Pemohon Kur, dengan Distributor Bank. Dalam hal ini BNI Banyuwangi Bank.

Merasakan korban dugaan penipuan dengan memanfaatkan program pemerintah Bank BNI KUR, akhirnya kakek Atmadi mengeluh kepada polisi Banyuwangi.

Bagi Times Indonesia, Atmadi mengklaim untuk menjelajahi polisi karena ingin menemukan keadilan.

“Saya ingin menemukan keadilan. Saya hanya diberikan Rp5 juta. Kenapa saya tahu pinjaman KUR saya di bank BNI Banyuwangi, jumlahnya adalah Rp25 juta. Uang dari tempat saya membayar pinjaman seperti itu. Hanya untuk makan. untuk bertani, “kata Atmadi.

Untuk informasi, kasus dugaan penipuan dengan memanfaatkan Program Pemerintah Bank BNI KUR telah dilaporkan ke Polisi Banyuwangi, sejak 14 Juni 2021. Dan pada 22 Juni 2021, Atmadi telah diklarifikasi oleh Unit Tipidkor.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, menjelaskan bahwa penanganan kasus yang dilaporkan sejak 3 bulan yang lalu masih dalam proses diselidiki. “Masih dalam proses diselidiki,” katanya.

Namun sayangnya, Sunar, sebagai ketua Poktan ‘Permata’ Desa Wongsorejo, Kabupaten Wongsorejo dan Ilyas, petugas PPL dari Kantor Pertanian Banyuwangi, belum dapat dikonfirmasi. Pertanyaan dari wartawan hanya dibaca tanpa diberi jawaban.

Sementara itu, pengacara Atmadi, Moch Zaeni, SH MH, mengklaim juga mengirim surat klarifikasi kepada Bank BNI.

Tujuannya adalah pertanyaan yang terkait dengan penyerahan prosedur operasi standar (SOP) dari pinjaman KUR.

Apakah serah terima dapat dilakukan ke pihak lain, atau harus bagi Pemohon KUR Bank BNI. (*)

Editor : Banu

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

penipuan kur,penipuan pinjaman bni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed