oleh

Pengurus Masjid Al Iklas Buat Alat Bantu Pemotongan Hewan

PALEMBANG-ANTERO-Pengurus Masjid Al Ikhlas Talang Gading bernama Sarosi berhasil membuat alat yang simpel untuk pemotongan hewan kurban seperti sapi, kerbau dan kambing.

Dengan berbekal dana swadaya dari warga di lingkungan masjid, lantas dibuat alat tersebut kepada salah satu warga setempat yang ahli las konstruksi baja.

Konstruksi besi rangka baja yang berbentuk persegi empat berukuran 6 x 3 meter itu mampu menopang beban hewan kurban hingga tiga ton.

“Sapi, kerbau ataupun kambing bisa menggunakan alat ini,” ujar dia.

Penggunaan alat tersebut terbilang cukup sederhana dan mudah bagi petugas penyembelihan karena hanya perlu menggiring hewan kurban masuk kerangka baja lalu seketika mengikat bagian kaki dan tubuh hewan dengan tali pipih yang sudah tersedia.

Setelah hewan terikat erat dirangka baja tersebut petugas dapat menggulingkan hewan lalu menarik rangka baja tersebut menyesuaikan lubang pembuangan darah dan hewan dapat disembelih.

“Cuma butuh waktu sekitar 30 menit untuk menyembelih satu ekor sapi,” ujar dia.
Alat yang didesain khusus untuk mempermudah proses penyembelihan hewan kurban sehingga dapat mengurangi jumlah tenaga kerja.

Ditambahkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Selasa, mengaku telah melihat secara langsung alat diberi merek Al-Ikhlas tersebut membuat pemotongan hewan kurban menjadi lebih efisien sehingga secara langsung mengurangi kerumunan.

Bila biasanya untuk satu ekor sapi itu paling tidak membutuhkan 25 orang dewasa untuk mengikat dan menggulingkannya sebelum disembelih, saat ini berkat alat tersebut hanya membutuhkan lima orang dewasa.

“Ini inovasi yang bagus, tanpa membutuhkan banyak tenaga manusia semoga bisa mencegah kerumunan karena kita dalam kondisi pandemi COVID-19,” kata dia.

Sebagai bentuk sukacita atas inovasi yang telah dibuat jamaah Masjid Al Ikhlas, ia lantas memesan 10 unit untuk disebarkan ke sejumlah lokasi di Sumatera Selatan.

BACA JUGA :  MOUNT DEMPO PAGAR ALAM

“Bisa menjadi contoh bagi masyarakat khususnya tinggal di desa-desa,” kata dia.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed