oleh

PA 212 Surati PN Jakarta Timur minta Habib Rizieq Shihab divonis Bebas

JAKARTA-ANTERO-Persaudaraan Alumni (PA) 212 kirim surat terbuka ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, isinya minta Habib Rizieq Shihab divonis bebas dalam kasus swab test RS UMMI.

Selain Habib Rizieq Shihab ada juga beberapa nama Muhammad Hanif Alatas dan Andi Tatat.

Dilansir Kompas.com Ketua PA 212 Slamet Maarif beserta ulama lainnya menyampaikan surat terbuka menjelang sidang vonis terhadap terdakwa Rizieq Shihab dalam kasus tes usap di RS Ummi Bogor.

Dalam video potongan yang tersebar di media sosial, tampak Slamet membacakan surat terbuka ditujukan kepada Kepala Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

“Surat terbuka untuk Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan majelis hakim perkara HRS ( Habib Rizieq Shihab) dan kawan-kawan,” kata Slamet mengawali surat tersebut.

Dalam video tersebut, Slamet dkk meminta majelis hakim PN Jakarta Timur agar memvonis bebas Rizieq, Muhammad Hanif Alatas, dan Andi Tatat dalam kasus swab test usap RS Ummi.

“Kami yang merupakan masyarakat yang mencintai dan mendambakan keadilan, merasa terusik dengan proses hukum yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif Alatas, dan Dokter Andi Tatat yang menurut kami kental dengan upaya kriminalitas bermotif politik,” kata Slamet.

“Bagi kami, seseorang dipidana hanya karena menjelaskan kondisi kesehatan seseorang adalah sangat tidak masuk akal dan jauh dari rasa keadilan,” lanjutnya.

Slamet mengonfirmasi bahwa dialah yang membacakan surat tersebut, ditandatangani para tokoh dan ulama di Ciputat, Tangerang Selatan, pada Jumat (18/6/2021).

Slamet mengatakan, ada utusannya yang akan mengantarkan surat itu ke PN Jakarta Timur.

“(Surat) itu mewakili masyarakat. Insya Allah hari ini akan diantar utusan kami ke PN Jaktim,” kata Slamet saat dikonfirmasi, Senin (21/6/2021).

BACA JUGA :  Kabupaten Sumenep Jajaki Pengembangan Shorgum dari Kelompok Tani di Situbondo

PN Jakarta Timur akan menggelar sidang putusan majelis hakim atau vonis terkait kasus tes usap di RS Ummi Bogor dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab pada Kamis (24/6/2021).

Sebelumnya, jaksa telah menuntut Habib Rizieq dengan hukuman enam tahun penjara dalam kasus tes usap tersebut.

Habib Rizieq, menurut jaksa, bersalah dan melanggar dakwaan primer, yakni Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Sebelumnya, Habib Rizieq sudah divonis atas dua kasus berbeda pada 27 Mei 2021 di PN Jakarta Timur.

Habib Rizieq Shihab divonis bersalah dalam kasus kerumunan di Petamburan Jakarta Pusat dan Megamendung Bogor.

Dalam kasus Petamburan, Habib Rizieq divonis delapan bulan penjara.

Hukuman yang sama juga dijatuhkan terhadap lima terdakwa lainnya dalam kasus yang sama, yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al-Habsyi, dan Maman Suryadi, yang menjadi panitia acara Maulid Nabi di Petamburan.

Hukuman ini lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa, yakni dua tahun penjara. Sementara dalam kasus Megamendung, majelis hakim menjatuhkan vonis denda Rp 20 juta terhadap Habib Rizieq.

Jika tidak dibayar,Habib Rizieq akan dihukum pidana penjara lima bulan.

Vonis terhadap Habib Rizieq ini juga lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa yang menuntut Rizieq itu dengan pidana penjara 10 bulan dan denda Rp 50 juta. Jaksa kemudian mengajukan banding atas dua vonis tersebut.(ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed