oleh

Memanah Sunah Yang Diajarkan Rasulullah SAW

TANJUNG ENIM-ANTERO-Belajar dan mengajarkan keterampilan memanah merupakan sunah dari Nabi Muhammad SAW.

Mengajarkan memanah dengan anak panah kepada anak-anak hukumnya sunah muakadah.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ajarkanlah anak-anakmu memanah, karena sesungguhnya memanah itu dapat menghancurkan musuh.” (HR. Dailami).

Mengajarkan memanah dengan anak panah kepada anak-anak hukumnya, tulis Syaikh Nawawi Banten, sunah muakadah atau sunah yang sangat ditandaskan ketimbang mengajarkan keterampilan memainkan pedang,dan tentu terdapat rahasia besar dalam keterampilan memanah

Dikatakan oleh Nabi SAW, “Barangsiapa yang melepaskan anak panah di jalan Allah, maka ia seperti orang yang membebaskan budak.” (HR. Ahmad).

Menurut Syakh Nawawi Banten dalam Tanqih al-Qaul al-Hatsits, hadits ini maksudnya melepaskan panah dalam berjuang melawan orang-orang kafir untuk menegakkan agama Allah SWT.

Tak hanya itu, memiliki keterampilan memanah mendapat surga setingkat lebih tinggi.

Nabi SAW menjanjikan, “Barangsiapa yang melepaskan anak panah dengan tepat sasaran, maka ia mendapat satu derajat lebih tinggi di surga.” (HR. Hakim).

Dalam peperangan, pasukan pemanah terdiri dari tentara pilihan yang sangat diandalkan untuk menjatuhkan mental musuh.

Begitu juga dalam sejumlah peperangan yang dipimpin oleh Nabi SAW di dalam kota Madinah atau di luar kota itu, sangat mengandalkan pasukan pemanah.

Uqbah bin Amir berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW saat berada di atas mimbar bersabda, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (QS. al-Anfal/8: 60).

“Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah. Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.

Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.” (HR. Muslim). Tiga kali Nabi SAW mengulang kalimat ini. Tentu dapat dipahami maknanya. Dengan tafsir apapun dan pada masa kapan saja, kemampuan memanah ini sangat penting dikuasai.

BACA JUGA :  Filosofi Ancak Agung Warnai Maulid Nabi Muhammad SAW

Untuk itu, mari kita belajar memanah, mengajarkannya, dan mempertahankan keterampilan memanah.

Nabi SAW katakan dalam sebuah hadits yang dikutip oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam Lubab al-Hadits , “Barangsiapa yang meninggalkan memanah setelah belajar, maka sungguh ia telah meninggalkan kesunahan dari sunahku”.

Orang yang telah belajar memanah kemudian tidak menyukai lagi sunah Nabi SAW tersebut, terancam sebagai bukan bagian dari kaum muslim.

Nabi SAW memperingatkan, “Barangsiapa yang telah belajar memanah, kemudian meninggalkannya, maka ia bukanlah termasuk golongan kami.” (HR. Muslim). Artinya, ia tidak lagi mengamalkan sunah Nabi SAW.(ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed