oleh

Mahasiswa BEM Indonesia Gelar Aksi Tuntutan Daerah Serentak Nasional

SUMATERA SELATAN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Indonesia menggelar demonstrasi “Aksi Tuntutan Daerah Serentak Nasional”ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Indonesia tersebut berlangsung di Jalan POM IX, Kecamatan Ilir Barat I atau tepat di depan gerbang kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis siang sejak pukul 14.00 WIB.

Diterangkan Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya Hansen Febriyansyah mengatakan dalam demonstrasi tersebut mereka menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah pusat untuk menyikapi permasalahan yang harus diselesaikan karena dipandang memberatkan masyarakat dan mencederai demokrasi.

Tuntutan mahasiswa tersebut diantaranya mahasiswa meminta pimpinan pemerintah pusat untuk menolak gagasan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode, menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok termasuk pasokan di pasar, dan mengusut tuntas dan menangkap mafia minyak goreng.

“Tuntutan itu kami amanahkan kepada Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, sebagai perwakilan suara rakyat Sumatera Selatan. Kami harap amanah itu dijalankan dengan menyampaikan langsung kepada pimpinan pemerintah pusat seperti yang disepakati tadi,” katanya didampingi para presiden mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Indonesia seluruh Sumatera Selatan.

Ribuan mahasiswa yang membawa atribut poster, spanduk dan tiga mobil bak terbuka berisi alat pengeras suara itu pun membubarkan diri dengan tertib setelah tuntutan mahasiswa tersebut diterima oleh Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan pada pukul 17.40 WIB.

Menyikapi hal ini Kepala Polrestabes Palembang Kombes Pol Mokhmad Ngajib di lokasi demonstrasi mengatakan personel yang diterjunkan tersebut diperintahkan untuk tetap mengedepankan pendekatan preventif sehingga mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya tanpa berujung kericuhan.

Kepolisian resor kota besar (Polrestabes) Palembang, Sumatera Selatan menerjunkan sebanyak 926 personel gabungan lengkap dengan alat pelindung diri dan mobil pengurai massa untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa.

BACA JUGA :  Festival Anjungan Promosikan Budaya Daerah

“Demonstrasi berlangsung tertib. Seluruhnya berjalan dengan lancar dan aman dan semuanya saling membantu dan memahami untuk mencari solusi yang terbaik,” kata dia.

Ngajib memastikan personel gabungan kepolisian tersebut akan mengawal para mahasiswa yang telah membubarkan diri tetap aman sampai ke rumah mereka masing-masing.

“Kami tetap mengawal dan memastikan mereka pulang ke rumah dengan aman. Jalan yang sebelumnya diblokade juga sudah dibuka dan bisa dilalui kendaraan umum kembali,”tutupnya.(ril)

Editor : Banu Danoen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed