oleh

Lintasan Sirkuit Mandalika 4,3 Km Selesai dibangun

LOMBOK-ANTERO-Lintasan sirkuit mandalika sepanjang 4,3 kilometer (KM) akhirnya kelar dibangun. Pengerjaan lintasan sirkuit ini merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Kawasan Sirkuit Mandalika-Lombok, NTB, yang direncanakan akan jadi ajang arena balap MotoGP tahun depan.

Pembangunan sirkuit ini memiliki keunikan dan tantangan tersendiri, sebab membutuhkan aspal khusus dan teknik pengaspalan yang berbeda pula. Lebih dari 90 persen pekerjaan sirkuit ini digarap oleh PT PP Presisi Tbk, anak usaha BUMN PT PP (Persero) Tbk.

Kata Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar, penggunaan material aspal khusus sirkuit, yaitu Stone Mastic Asphalt (SMA) yang baru keluar tahun 2015 dengan standar internasional.

SMA ini digunakan sebagai bahan campuran aspal untuk melapisi permukaan atas aspal serta memperkuat struktur lapisan permukaan lintasan, sehingga pembalap nantinya tidak mudah tergelincir, meski kondisi hujan sekalipun.

Keistimewaan Sirkuit Mandalika

Material aspal yang digunakan untuk sirkuit Mandalika memiliki daya penetrasi tinggi dengan Penetration (PG) 82 tahun 2015 yang tidak digunakan di seluruh sirkuit di dunia.

Metode pengaspalan yang dilakukan yakni metode tanpa sambungan (non-stop) dan penghamparan dilakukan secara khusus dengan menggunakan 3 unit Milimeter GPS untuk menjamin kualitas permukaan dan kemiringan yang tepat.

Untuk pengujian kualitas aspal juga menggunakan alat berteknologi tinggi yaitu PQI 380 Non-Distraction tanpa merusak lapisan permukaan aspal. Berdasarkan lingkup pekerjaan PP Presisi, pencapaian pekerjaan Sirkuit Mandalika telah mencapai 98,5 persen.

Adapun lingkup pengerjaan lintasannya, meliputi pekerjaan drainase, pekerjaan tanah, struktur, penghamparan LPA, perkerasan non aspal, dan perkerasan aspal.

Sirkuit ini didesain oleh MRK1 Consulting yang berpengalaman mendesain sirkuit-sirkuit balap internasional seperti Chang International Circuit di Buriram Thailand, dan Canadian Motor Speedway Niagara di Canada. 

BACA JUGA :  Dukung Gerakan Sejuta Bola untuk Sumsel

Lalu Primring Vladivostok di Rusia, Zhejiang Circuit di Shaoxing China, Baku City Circuit di Baku, Azerbaijan, dan Kuwait Motor Town di Kuwait.

Memiliki lintasan sepanjang 4,3 kilometer dengan tikungan sebanyak 17 tikungan dan kecepatan lintas maksimal 310 kilometer/jam, menjadikan Sirkuit Mandalika baka berkesan bagi pembalap yang akan berlaga, karena tidak dijumpai pada sirkuit-sirkuit lain di dunia.

Pembagunan Race Control dan Pit Building

PT PP Presisi Tbk kini tengah fokus mengerjakan pembangunan infrastruktur di dalam sirkuit, seperti race control dan pit building seiring selesainya pembagunanan lintas Sirkuit Mandalika.

Pekan lalu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengatakan, pembangunan race control sudah mencapai 83,75 persen dan fondasi pit building mencapai 85,9 persen.

Adapun race control adalah ruangan khusus yang diperuntukan untuk melakukan supervisi dan mengatur jalannya balapan.

Desain race control sepat diunggah Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Disebutkan, desainnya memadukan karakter kecepatan, lintasan balap dan kearifan lokal dari cerita Putri Mandalika dengan bentuk Atap Nyale.

“Fasad bangunan dengan transformasi bentuk dan material mencerminkan kecepatan dan dinamisme di atas lintasan balap serta artikulasi Atap Nyale mempersatukan gubahan massa Race Control Building dengan bangunan Pit dan Paddock, menciptakan arsitektur yang khas di Mandalika,” tulis ITDC dikutip, Kamis (19/8/2021).

Race control harus memenuhi persyaratan penunjang seperti peredam suara, koneksi jaringan telepon baik nasional maupun internasional, WIFI, CCTV, light system, timing system dan transponder.

Bangunan race control di sirkuit dengan nama lengkap Mandalika International Street Circuit itu memiliki luas 1.045 m2. Pembangunan race control sirkuit mandalika ini ditargetkan selesai pada September 2021. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed