oleh

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral : 34 Pembangkit Listrik Mangkrak Pembangunanya

JAKARTA-ANTERO-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut saat ini ada 34 pembangkit listrik yang pembangunannya macet alias terkendala, dengan total kapasitas 627,8 Mega Watt (MW).

Dari 34 proyek pembangkit yang macet tersebut, 32 di antaranya adalah milik PT PLN (Persero) dengan kapasitas mencapai 612,8 MW. Lalu, sisanya dua pembangkit lainnya dengan kapasitas 15 MW adalah milik pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Adapun mayoritas pembangkit listrik yang macet itu merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebanyak 31 unit dan tiga unit lainnya merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

Lantas, apa yang menyebabkan mayoritas pembangkit listrik PLN tersebut macet?

Direktur Mega Proyek PLN Muhammad Ikhsan Asaad mengakui bahwa 32 unit pembangkit yang macet tersebut adalah milik PLN. Namun sayangnya, dirinya enggan menjelaskan penyebab macetnya proyek pembangkit listrik tersebut.

Yang jelas, lanjutnya, PLN berkomitmen untuk menyelesaikan proyek yang terkendala ini.

“34 proyek (32 PLN dan 2 IPP) yang diberitakan ‘mangkrak’/ terkendala saat ini, PLN komitmen untuk penyelesainnya,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (02/06/2021).

Menurutnya, dari 34 proyek tersebut, 12 proyek terdiri dari 2 proyek IPP dan 10 proyek PLN, akan digantikan dengan instalasi lain berupa transmisi dan gardu induk, tujuh proyek lainnya sudah beroperasi, dan 15 proyek lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

“Tujuh proyek sudah beroperasi. 15 Proyek lainnya on progress dalam penyelesaiannya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, 34 proyek pembangkit yang masih terkendala itu berasal dari program 7 Giga Watt (GW) sebanyak 19 proyek dengan kapasitas 418,8 MW dan program reguler sebanyak 15 proyek dengan kapasitas 209 MW.

BACA JUGA :  Dodi Arsadian : Siapkan Pemetaan CSR PLTU Tanjung Lalang Tahun 2021

“Mana-mana yang mesti masuk ke RUPTL meski proyek ini masih akan terkendala. Kita masih masukkan karena legal risk agak tinggi kita sepakat tetap dicantumkan,” ungkapnya.

Berdasarkan daerah sebaran, kebanyakan proyek pembangkit macet ini ada di Kalimantan dengan jumlah 10 unit PLTU berkapasitas 295 MW. Lalu disusul Sulawesi sebanyak 7 PLTU berkapasitas 104 MW dan 2 PLTM 5,2 MW, lalu Sumatera 5 PLTU dengan kapasitas 65 MW, Nusa Tenggara 5 PLTU dengan kapasitas 70 MW, Maluku Papua sebanyak 4 PLTU berkapasitas 94 MW dan 1 PLTM 2,6 MW.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, berikut daftar 34 proyek pembangkit milik PLN dan IPP yang mangkrak:

Sumatera
Terdapat 5 unit PLTU dengan total kapasitas 65 MW.

Milik PLN :
1. PLTU Tembilahan
2. PLTU Kuala Tungkal
3. PLTU Ipuh Seblat
4. PLTU Bengkalis

Milik IPP:
5. PLTU Tembilahan

Kalimantan
10 unit PLTU dengan kapasitas 295 MW.

Milik PLN :
6. PLTU 1 Kalbar Parit Baru FTP-1
7. PLTU 2 Kalbar Bengkayang FTP-1
8. PLTU Malinau
9. PLTU Tarakan
10. PLTU Tanjung Selor
11. PLTU Tanjung Redep
12. PLTU Kuala Pambuang
13. PLTU Buntok
14. PLTU Sampit
15. PLTU Kota Baru

Sulawesi
7 PLTU dengan kapasitas 104 MW dan 2 PLTMG dengan kapasitas 5,2 MW.

Milik PLN :
16. PLTU Talaud
17. PLTU Gorontalo
18. PLTU Ampana
19. PLTMG Buleleng
20. PLTU Kendari Extension
21. PLTU Raha
22. PLTU Bau Bau
23. PLTU Wangi Wangi

Milik IPP :
24. PLTM Lapai 2

Nusa Tenggara
5 PLTU dengan kapasitas 70 MW.

Milik PLN :
25. PLTU Sumbawa Barat
26. PLTU 1 NTB Bima-FTP1
27. PLTU Alor
28. PLTU Atambua
29. PLTU Rote

Maluku Papua
4 PLTU dengan kapasitas 94 MW dan 1 PLTMG 2,6 MW.

BACA JUGA :  Kawanan Blekok Kais Lumpur Temani Pembajak Sawah

Milik PLN :
30. PLTU Sofifi
31. PLTU Ambon-FTP1
32. PLTM Kalibumi
33. PLTU Timika
34. PLTU Jayapura

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed