oleh

Ipuk Fiestiandani : Ada Yang Mengaku Bisa Meloloskan PPPK Guru Segera Laporkan

BANYUWANGI-ANTERO-Terdaftar 3.095 pelamar calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru di Banyuwangi ikut ujian seleksi kompetensi,Senin (13/9).

Diterangkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pelaksanaan seleksi semua berjalan lancar. Tempatnya juga representatif tidak ada kendala teknis yang dihadapi peserta,” kata Ipuk saat memantau ujian seleksi P3K di SMAN 1 Giri dan SMKN 1 Banyuwangi.

Ipuk mengatakan, bersama komponen pendidikan lainnya, PPPK guru diingatkan untuk selalu meningkatkan kompetensi diri, terutama dalam menghadapi potensi learning loss (kehilangan pembelajaran) selama pandemi Covid-19.

”Pembelajaran tatap muka, saat ini memang sudah dimulai. Konsepnya masih terbatas, yang dipadukann dengann pembelajaran jarak jauh alias daring.

”Kita harus menjawab tantangan ini, termasuk para PPPK guru. Maka inovasi dan kreativitas menjadi kunci.

Bupati juga kembali mengingatkan kepada seluruh peserta agar tidak tergoda terhadap penipuan yang biasanya marak terjadi jelang seleksi calon ASN.

Ipuk menegaskan, semua proses seleksi penerimaan ASN, baik calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun PPPK, tidak dipungut biaya alias gratis.

“Pemkab Banyuwangi juga telah membuka pelaporan secara daring.

Di antaranya  melalui layanan pesan singkat (short message service/SMS) atau WhatsApp ke nomor 082233322045 maupun melalui surel alamat bkd@banyuwangikab.go.id.Identitas pelapor akan dirahasiakan.

“Bila ada pihak yang mengaku bisa meloloskan PPPK Guru jangan percaya. Segera laporkan,” pesan Ipuk.

Ditambahkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno mengatakan, terdapat 3095 peserta yang mengikuti uji kompetensi PPPK guru.

“Pelaksanaan digelar setiap hari, mulai 13 hingga 17 September dalam dua tahap. Masing-masing peserta menjalani ujian berbasis computer assisted test (CAT) yang meliputi materi Kompetensi manajerial dan sosiokultural, wawancara, dan kompetensi teknis selama 170 menit,” terang Suratno.

Banyuwangi sendiri mendapat kuota untuk 3.624 formasi PPPK Guru. Dengan rincian 764 guru Sekolah Menengah pertama (SMP), 2.308 guru kelas, dan 552 guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) Sekolah Dasar (SD)”tutupnya.(Sam)

BACA JUGA :  SMSI Pusat Desak Polisi Usut Kasus Penganiayaan Ketua SMSI Madina Terkait Pemberitaan

Editor : Banu


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed