oleh

Haid di Bulan Puasa, Kerjakan Amalan Ini Agar Meraih Pahala Ramadhan

Tausiyah Ustadz Hanan Attaki

ANTERO-Kodrat kaum perempuan pasti mengalami haid dan mestruasi. Siklus yang biasa datang tiap bulan ini bisa saja datang pada di awal Ramadhan.

Jika sudah datang maka muslimah kadang kecewa karena tidak bisa berpuasa wajib ini.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah menghibur Aisyah karena sedih sebab keburu datang bulan, padahal belum sempat menjalankan manasik haji.

Dari ‘Aisyah ra berkata, “Kami keluar (safar) bersama Nabi SAW, dan tujuan kami hanyalah ibadah haji.

Sampai ketika kami tiba di Sarif atau dekat dengannya, aku mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuiku sementara aku sedang menangis.

Lalu beliau bertanya, ‘Apakah engkau mengalami nifas?’ [maksudnya adalah haid (menstruasi)].

Aisyah berkata, “Aku jawab, ’Iya.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan (takdirkan) bagi kaum wanita dari anak cucu Adam.

Maka lakukanlah amalan-amalan haji, hanya saja janganlah engkau Tawaf di Kakbah sebelum engkau mandi (setelah suci dari haid).’

Inilah amalan-amalan sunnah yang bisa dilakukan perempuan mestruasi agar tetap mendapat pahala Ramadhan:

  1. Banyak Sedekah
    Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa bersabda:

“Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyakkanlah istighfar. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni Neraka.” (HR. Muslim)

  1. Mencari Ilmu.
    Menambah asupan ilmu bagus dilakukan bagi perempuan haid atau nifas, baik dilakukan secara otodidak, ataupun dengan ikut kajian.

Manfaat itu akan didapat diri dan kegiatan itu termasuk ibadah, bahkan setara dengan jihad.

تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلهِ خَشْيَةٌ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ، وَمدَارَسَتَهُ تَسْبِيحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ

BACA JUGA :  Sheikh Abdur-Rahman Al-Sudais Kecam Politisi India penghina Nabi Muhammad SAW

“Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami)

  1. Berdzikir
    Zikir bisa dilakuka oleh siapa saja dan kapan saja. Rasulullah dalam hadis riwayat Imam Bukhari bersabda:

“Perumpamaan antara orang yang zikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati”.

Bisa perempuan yang haid bisa baca tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lain sebagainya.

Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, andaikan aku bertemu Lailatul Qadar, doa apa yang bagus dibaca?

Rasul menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,’

(Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku).” (HR Ibnu Majah)

  1. Berdoa
    Doa juga mudah di kerjakan oleh perempuan yang haid atau nifas. Dalam sebuah hadis doa disebut sebagai mukhkhul ‘ibâdah (otak dari ibadah).

Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa saja, menngunakan bahasa kita sendiri walaupun bukan bahasa arab tak ada masalah.

Doa adallah ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah dan menabung pahala.

  1. Menyiapkan Buka Puasa (Iftar)
    Perempuan yang sedang haid/nifas bisa menyiapakan hidangan untuk orang yang berpuasa.

Diriwayatkan At-Tirmizi mengenai pahala orang yang menyediakan hidangan (iftar) untuk orang yang berpuasa.

Dalam asrtian aktivitas perempuan haid yang menghidangkan sajian berbuka untuk keluarga terhitung ibadah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed