oleh

Gelapkan Uang Umroh JPU Ajukan Tuntutan 3 Tahun

OKI-ANTERO-Jaksa penuntut umum (JPU) ajukan tuntutan tiga tahun ke Ketua Majelis Pengadilan Negeri Ogan Komering Ilir terhadap terdakwa Mursyida (39), warga Desa Jagaraja kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir yang sudah melakukan penggelapan uang jamaah untuk berangkat umroh.

JPU, Dhafi Adliansyah Arsyad mengungkapkan, hal yang memberatkan terdakwa karena tidak ada mengganti kerugian materil korbannya. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan.

“Terdakwa didakwa dengan Pasal 372 KUHP. Terdakwa ini didakwa dengan penipuan atau penggelapan dana jemaah umroh. Kami meyakini bahwa terdakwa secara sah melakukan perbuatan itu,” terang Dhafi kepada awak media usai melakukan sidang virtual di Kejari Ogan Ilir, Senin (16/8).

Disinggung mengenai total kerugian dari korbannya yang berjumlah tiga orang asal Ogan Ilir sebesar Rp 140 juta. Pasalnya, ketiga calon jemaah umroh ini menyetor dana umroh dengan jumlah yang berbeda, berkisar Rp 22 juta hingga Rp 28 juta per orang.

“Sebenarnya korbannya ini ada 16 orang dari sejumlah daerah bahkan ada yang dari provinsi lain, namun yang dilimpahkan ke kita cuma atas nama tiga orang asal Ogan Ilir saja,” lanjut Dhafi.

Dijelaskan Dhafi, kasus ini bermula ketika terdakwa Mursyidah yang merupakan agen lepas Azizi Tour and Travel mendapatkan 16 calon jemaah umroh dan berencana untuk diberangkatkan. Setelah mendapatkan uang dari para jemaah tersebut, terdakwa mentransfer uang ke agen Azizi Tour and Travel.

Setelah ditransfernya, ternyata uang tersebut dilarikan oleh pemiliknya. Kemudian, terdakwa mencoba mempertanggungjawabkan kerugian para jemaahnya dengan cara yang salah dan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 08 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umroh.

BACA JUGA :  PT.KAI Surabaya Operasikan Kereta Api Lokal Tanggal 12 -20 Juli 2021

“Karena yang boleh memberangkatkan haji dan umroh hanya pemerintah dan biro perjalanan yang mendapatkan izin Kemenag, tidak boleh mandiri. Nah, terdakwa ini ternyata ngurusinnya sendiri-sendiri tidak dalam satu rangkaian,” jelas Dhafi.

Usai membacakan tuntutan, Majelis Hakim yang diketuai I Made Gede Karyana didampingi Hakim Anggota Anisa Lestari, dan Dani Agustinus, menunda sidang hingga tanggal 20 Agustus mendatang dengan agenda pembacaan pledoi oleh terdakwa.

“Kemudian, sidang akan kita lanjutkan pada 24 Agustus dengan agenda tanggapan pledoi, dan tanggal 30 Agustus baru kita memutuskan,” tutup Made. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed