oleh

Calon Panglima TNI Harus Membangun TNI Yang Profesional

JAKARTA-ANTERO-Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada November 2021. Berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, masa dinas keprajuritan untuk perwira paling tinggi sampai usia 58 tahun.

Sesuai urut kacang maka pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto adalah dari matra Laut (AL).

Manajer Advokasi ELSAM, M. Busyrol Fuad mengatakan, ada beberapa kriteria untuk bisa mengantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun pada November 2021 mendatang.

Selain harus bebas dari pelanggaran HAM di masa lalu, calon Panglima TNI juga harus memiliki rekam jejak yang baik.

“Calon Panglima TNI harus berkomitmen untuk memastikan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, termasuk untuk mencegah terjadinya keberulangan pelanggaran HAM,” ujar M. Busyrol Fuad di Jakarta, Sabtu (7/8/2021).

“Kami juga mendesak agar calon Panglima TNI harus menghormati dan berkomitmen dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip HAM dalam tugas dan fungsi TNI.

Calon panglima TNI harus juga melanjutkan agenda-agenda reformasi militer, khususnya untuk membangun TNI yang lebih professional kedepan,” tambahnya.

Busyrol memaparkan, hal lain yang juga harus menjadi perhatian dalam pergantian Panglima TNI adalah soal keberimbangan rotasi antar-matra.

Jika merujuk UU TNI sebenarnya cukup jelas bahwa pergantian Panglima TNI perlu dilakukan dengan memastikan keberimbangan dalam rotasi antar matra.

“Ini penting, mengingat jangan sampai terjadi kecemburuan di internal sehingga berdampak pada soliditas di internal TNI,” paparnya.

Busyrol menegaskan, jika dalam perspektif keberimbangan rotasi antar-matra, maka sesuai urutan, saatnya Presiden merotasi pimpinan TNI dari AU ke AL.

Langkah normatif ini penting untuk diperhatikan dan harus diambil untuk menjaga stabilitas internal TNI, namun dengan tetap memperhatikan berbagai kriteria lain yakni bebas dari pelanggaran HAM.

BACA JUGA :  Pengumuman..!! Segera Cek Lowongan Kerja di Akhir Tahun ini

Namun Busyrol enggan memaparkan lebih detail terkait sosok Laksamana TNI Yudo Margono sebagai pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dengan alasan belum memiliki data dan laporan.

“Untuk itu saya belum bisa komentar lebih jauh. Kami belum mempunyai laporan,” paparnya.

Saat ini ada dua nama Jenderal yang mencuat kuat dan digadang-gadang akan menggantikan posisinya sebagai Panglima TNI.

Kedua sosok yang namanya kerap santer dibicarakan adalah KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAD Jenderal Andika Perkasa namun siapa nantinya yang akan dipilih untuk menggantikan Panglima TNI Hadi Tjahjanto adalah hak prerogatif dari Presiden Jokowi

Laksamana Yudo fokus tangani covid-19

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono disebut-sebut menjadi calon kuat Panglima TNI yang baru menggantikan Marsekal TNI Hadi Thahjanto.

Yudo enggan menanggapi kabar dirinya menjadi calon kuat pengganti Hadi Thahjanto yang akan pensiun pada November 2021 mendatang.

“Itu adalah hak prerogatif presiden, biar beliau yang memutuskan,” ungkap Yudo.

Menurut jenderal bintang empat itu, sekarang ini masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan yakni penanganan pandemi Covid-19 dimana sudah berjalan lebih dari satu tahun terakhir.

“Ayo kita selesaikan pandemi dulu, kita berjuang bersama-sama, bahu-membahu menyelesaikan masyarakat harus tervaksin semua,” katanya.

Yudo menuturkan saat ini pihaknya berkonsetrasi bagaimana masyarakat Indonesia bisa mengikuti vaksinasi yang belakangan gencar dilakukan sebagai perlindungan dari bahaya Covid-19.

“Biar kita bekerja tangani Covid, masyarakat sehat semuanya Indonesia bisa bangkit kembali,” ujar Yudo.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed