oleh

Abdul Muis Amiruddin Instruksi Aksi Demonstrasi Harus Direalisasikan

JAKARTA-ANTERO-Pj Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Abdul Muis Amiruddin yang sempat dikabarkan hilang selama dua hari kini telah kembali memimpin rapat evaluasi aksi demonstrasi merespons penanganan Covid-19 oleh pemerintah.

Hak ini diungkapkan Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda PB HMI Rich Hilman Bimantika.

Menurut Hilman, setelah sempat hilang, Muis saat ini dalam keadaan sehat dan meminta rapat internal. Rapat dilakukan di Sekretariat PB HMI Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan.

“Kebetulan beliau sendiri yang menginginkan harus rapat,” kata Hilman saat dihubungi,Selasa (10/8) petang.

Hilman belum berkenan menjelaskan mengenai apa yang menimpa Abdul Muis saat dua hari dikabarkan hilang. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan keamanan Abdul Muis.

“Intinya buat keamanan dan kenyamanan beliau saya tidak bisa jelaskan. Yang penting kan kondisi (Abdul Muis) sehat terus gerakan kita tetap lanjut terus,” kata Hilman.

Lebih lanjut, Hilman menjelaskan rapat tersebut Abdul Muis menekankan bahwa apa yang telah diputuskan organsiasi hingga terbitnya instruksi aksi demonstrasi harus terus direalisasikan.

Pihaknya memahami dan menghitung potensi risiko yang timbul dari gerakan tersebut.

“Segala yang sudah kita putuskan di rapat sebelumnya hingga keluarnya surat instruksi itu ya harus kita selesaikan,” kata Hilman.

Unjuk Rasa Tetap Berlanjut
Meski rencana unjuk rasa yang digelar PB HMI pimpinan Pj. Abdul Muis sebelumnya gagal karena diadang aparat di kantor sekretariat mereka, Hilman menyebut aksi-aksi selanjutnya tetap akan digelar.

Hilman mengaku pada Selasa (10/8) sore pihaknya telah melayangkan pemberitahuan ke Polda Metro Jaya terkait aksi yang akan dilakukan pada 13 Agustus mendatang.

Pihaknya masih menargetkan aksi dilakukan di Istana Merdeka. Sementara, puncak rangkaian demonstrasi akan dilakukan pada 16 Agustus di depan gedung MPR-DPR.

BACA JUGA :  Warga Bantul Temukan Wajan Raksasa dan Rantai Panjang Peninggalan Belanda

Namun, menurut Hilman, pihak kepolisian belum memberikan izin dengan alasan yang sama seperti saat ia melayangkan pemberitahuan aksi sebelumnya.

“Walaupun kita sudah berdebat soal UU-nya tetap mereka bersikeras. Ya sudah saya bilang, saya [HMI] sudah datang dengan baik, saya sudah memberitahukan,” jelas Hilman.

Ia menegaskan bahwa PB HMI pimpinan Pj. Ketua Umum Abdul Muis akan tetap melakukan aksi demonstrasi tersenut hingga tuntutan mereka diakomodasi. Hilman mengatakan sampai saat ini belum ada satupun tuntutan mereka yang diakomodasi pemerintah.

Alih-alih memberikan respons terhadap tuntutan itu, kata Hilman, pemerintah hanya mempersoalkan aksi demonstrasi.

“Aksi lagi, kan aksi puncak kita tanggal 16, sampai tuntutan kita dipenuhi. Minimal diakomodir dulu,” ujarnya.

Sebelumnya, keberadaan Ketua Umum PB HMI Pj. Abdul Muis sempat tidak diketahui menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar pada Jumat, 6 Agustus lalu. Abdul Muis dikatakan menghilang pada Kamis (5/8) hingga Sabtu (7/8).

PB HMI pimpinan Pj. Abdul Muis menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin gagal memenuhi hak-hak masyarakat yang dihadapkan krisis pandemi Covid-19. Mereka juga menilai anggaran penanganan pandemi tidak transparan.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed